I Wanna Dance with Myself, Goldfish, dan Strange Root
Palari Films menggandeng jajaran sineas dan musisi terbaik Tanah Air:Ariani Darmawan, Baskara Putra, Khozy Rizal,
dan Aditya Ahmad di proyek film terbaru
Jakarta, 2 April 2026 — Rumah produksi Palari Films merayakan 1o tahun perjalanannya di industri perfilman Indonesia, A Decade of Voyage!
Dalam perjalanannya, rumah produksi yang didirikan produser Meiske Taurisia,
Muhammad Zaidy, dan sutradara Edwin ini telah menapak jejaknya sebagai salah satu rumah produksi yang sukses di berbagai ajang penghargaan dan melahirkan
karya-karya film berkualitas.
Perjalanan awal Palari Films dimulai dengan film panjang garapan sutradara Edwin,
Posesif (2017), yang berhasil memenangkan 3 Piala Citra FFI 2017 untuk Sutradara
Terbaik (Edwin), Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Putri Marino), dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu Unru).
Selama 10 tahun, Palari Films telah
melahirkan 10 karya baik film, series, dan antologi film pendek, yang setiap tahunnya selalu mendapat tempat di penonton Indonesia, ajang penghargaan FFI,
dan di dunia.
Prestasi dan Perjalanan Sedekade Palari Films Palari Films membuktikan sebagai rumah produksi yang melahirkan karya
berkualitas ditunjukkan dengan film berikutnya, Aruna & Lidahnya (2018).
Film yang disutradarai Edwin ini juga mendapat pengakuan secara kritis dengan memenangkan Piala Citra FFI 2018 untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Titien
Wattimena) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Nicholas Saputra).
Film tersebut juga tayang di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2019 dalam program
Culinary Cinema.
Salah satu prestasi paling prestisius yang pernah diraih oleh Palari Films adalah
melalui karya ketiga mereka yang juga disutradarai Edwin, Seperti Dendam, Rindu
Harus Dibayar Tuntas (2021). Film ini memenangkan penghargaan utama di festival film internasional yang juga menjadi salah satu festival film tertua di dunia,
Locarno.Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berhasil membawa pulang piala
utama, Golden Leopard. Ini adalah pertama kalinya film Indonesia berhasil memenangkan penghargaan utama dalam ajang festival film internasional. Film ini
juga berkeliling di berbagai festival film internasional lainnya, termasuk Toronto International Film Festival (TIFF) dan Busan International Film Festival (BIFF).
Sebagai rumah produksi yang terus bertumbuh, Palari Films juga menggandeng para
sineas terbaik Indonesia untuk melahirkan karya-karya yang beragam.
Termasuk bersama sutradara Lucky Kuswandi untuk menggarap Ali & Ratu Ratu Queens
(2021), yang juga menjadi salah satu film Indonesia paling banyak ditonton di
Netflix dan Top Search Google Indonesia 2021, serial Ratu Ratu Queens: The Series
(2025), dan Yosep Anggi Noen melalui horor Tebusan Dosa (2024).
“Sepuluh tahun dan setiap cerita yang menemukan jalannya. Kami menoleh ke belakang sebelum melangkah maju, menghormati semua yang membuat dekade ini
berarti.
Peta ini ada karena tangan-tangan yang menggambarnya bersama kami.Kini, Palari Films berlayar menuju cakrawala yang lebih luas,” ujar produser dan
Co-Founder Palari Films Muhammad Zaidy.
7 Judul Film Terbaru Palari Films
Tahun ini, menandai marka 1 dekade berkarya Palari Films, karya-karya baru terus
dilahirkan.
Menggandeng para kolaborator sineas dan talenta terbaik Tanah Air.Dalam perayaan 10 Tahun Palari Films, diumumkan tujuh judul baru yang akan dirilis mendatang.
Ketujuh judul tersebut adalah Monster Pabrik Rambut yang disutradarai Edwin dan akan tayang 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia dan telah world premiere di
Berlinale 2026, Desember Jani (sutradara Ariani Darmawan), Menari dengan Bayangan (sutradara Edwin, produser eksekutif Baskara Putra),
Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself (Khozy Rizal), Goldfish (Aditya Ahmad), dan Strange Root (Lam Li Shuen dan Mark Chua).
Monster Pabrik Rambut dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan memperkenalkan Kev. Film ini
sekaligus menjadi kolaborasi kedua Iqbaal bersama Palari Films setelah Ali dan Ratu
Ratu Queens (2021).
Di film Monster Pabrik Rambut, Iqbaal juga bertindak sebagai
produser eksekutif.“Senang rasanya menjadi bagian dari satu dekade Palari Films. Monster Pabrik
Rambut adalah proyek kolaborasi kedua saya dengan Palari Films setelah Ali dan Ratu
Ratu Queens.
Dan kali ini, keterlibatan saya bisa lebih mendalam.Bagi saya, Palari
Film pendek Khozy, Basri dan Salma in a Never-Ending Comedy (2023) menjadi film
pendek Indonesia pertama yang berkompetisi untuk Short Film Palme d’Or, Cannes.
Pada tahun 2024, film pendeknya Little Rebels Cinema Club memenangkan Crystal
Bear untuk Film Pendek Terbaik di Generation Kplus – Berlinale 2025. Bersama Palari Films akan menggarap I Wanna Dance with Myself.
Film tersebut
sebelumnya terseleksi dalam program ScriptLab di Torino Film Lab tahun ini.Aditya Ahmad, yang sebelumnya sukses dengan film-film pendeknya seperti Sepatu
Baru (2014) yang memenangkan Special Mention di program Generation KPlus Berlinale 2014 hingga Kado (2018) yang memenangkan Venice Horizons Award di Venice Film Festival, kini akan bekerja sama dengan Palari Films.
Sebelumnya, Adit menggarap film pendek (S)aya yang tergabung dalam antologi
Piknik Pesona (2022) bersama Palari Films. Kini, ia akan kembali bekerja sama
untuk film panjang debutnya berjudul Goldfish. Film Goldfish sebelumnya telah
mengikuti program residensi (the Résidence) pengembangan naskah Cinema de Demain Cannes Film Festival 2024, serta Script Lab di Torino Film Lab 2025.
Sementara itu, Palari Films juga tetap menjalin ko-produksi internasional seperti
yang telah dilakukan dalam perjalanan 10 tahun pertama mereka. Kali ini, melalui
proyek film Strange Root (Keinginan), Palari Films bekerja sama dengan sutradara
Lam Li Shuen dan Mark Chua. Film ini merupakan ko-produksi dengan 13 Little Pictures, Singapura, dengan Indonesia, Jerman, Belanda, dan Filipina.
Merchandise dan Pameran Satu Dekade Palari Films
Dalam momen perayaan 10 Tahun Berkarya Palari Films, juga dirilis koleksi merchandise eksklusif yang bekerja sama dengan Goods Dept. Merchandise tersebut
akan tersedia di seluruh gerai Goods Dept dan berbagai kanal penjualan daring Goods Dept.
Sebelumnya juga telah digelar rangkaian pemutaran film-film produksi Palari Films
dan karya sutradara Edwin di Krapela, Jakarta Selatan dalam program bertajuk Eyes
Wide Club. Program tersebut menjadi kerja sama Palari Films dengan Krapela dan
Whiteboard Journal, berlangsung selama tiga hari pada 30 Maret–1 April 2026, yang
juga menjadi bagian perayaan Hari Film Nasional.
Perjalanan 10 Tahun Berkarya Palari Films juga ditampilkan dalam sebuah pameran
yang digelar di Museum MACAN, Jakarta Barat. Di pameran ini, pengunjung dapat menikmati memorabilia film-film persembahan Palari Films.
“Membuat film itu bagaikan sebuah perkawinan. Proses development-nya terasa
seperti masa pacaran, lalu syuting yang terasa seperti wedding party, dan melahirkan anak saat filmnya rilis.
10 tahun 10 karya adalah masa mengumpulkan kepercayaan.
Terima kasih untuk para penonton film Indonesia dan para kolaborator industri film baik dari para investor, mitra kolaborator, hingga pemeran dan kru. 10 tahun ke
depan adalah harapan dan tantangan keberlanjutan lewat ko-produksi sesama
rumah produksi, kerja sama talenta muda, dan mengasah kreativitas. Palari Films akan terus berlayar melahirkan karya-karya yang mampu menjadi refleksi zaman,
dan kami mengundang para partner baru untuk berlayar bersama. Jangan kapok nonton film Indonesia,” tutup produser dan Co-Founder Palari Films
Meiske Taurisia.
Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di
Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari
Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan
Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film“Seperti Dendam,
Rindu Harus Dibayar Tuntas”.Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix
Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil
menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada
periode dua pekan tayang.
Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik
Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018),
“Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang
unik dan berkualitas.











